Kesehatan

Lakukan 6 Screening Pra-Nikah Ini Agar Punya Anak Sehat dan Cerdas

Lakukan 6 Screening Pra-Nikah Ini Agar Punya Anak Sehat dan Cerdas

Lakukan 6 Screening Pra-Nikah Ini Agar Punya Anak Sehat dan Cerdas

Pemeriksaan kesegaran sebelum menikah (pre-marital check up) memang mutlak dilakukan. Bukan sekadar untuk mengerti suasana kesegaran calon pasangan, tapi juga untuk punya anak yang sehat dan cerdas -sebagai tujuan jangka panjangnya.-
Tes ini jadi persiapan mutlak yang dikerjakan sebelum menikah untuk mengerti suasana ke dua pasangan yang mendambakan punya momongan.
Bandar Taruhan
Dokter Spesialis Anak – Konsultan Perinatologi, Prof. Dr. dr.Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) dari RSUPNDr.CiptoMangunkusumo, menyebutkan bahwa screening pranikah bagus untuk menghambat berbagai penyakit terhadap calon bayi. Melalui pengecekan ini, kita juga sanggup mengerti seberapa besar kasus kesegaran terhadap wanita yang mendambakan hamil.

“Setiap bapak dan ibu yang sehat bakal melahirkan bayi yang sehat. Jadi si bayi ini bakal mengikuti orang tuanya. Ayo calon ibu, kita lakukanscreening pranikah, sebab ini berpengaruh besar terhadap anak-anak ungguldi masa datang,” kata Rina.

Sayangnya, kesadaran untuk laksanakan screening pranikah tetap rendah di Indonesia, kurang dari 10 % saja.

6 Jenis Screening Pranikah yang sanggup dilakukan:
1. Pemeriksaan fisis dan laboratorium sederhana
Pemeriksaan ini mencakup berat badan, tekanan darah, gula darah, dan darah Perifer lengkap. Pemeriksaan darah Perifer lengkap untuk mengerti takaran sel darah merah, hemoglobin (Hb), sel darah putih, dan Trombosit.

“Pada pengecekan Hb kudu hati-hati bersama anemia. Sekitar 45 % ibu hamil itu anemia atau kurang sel darah merah. Kalau Hb kurang, oksigen yang beredar di tubuh tidak bakal sampai ke tujuan organ,” ujarnya.

2. Pemeriksaan ke arah pembawa cii-ciri (carrier) thalassemia
Kedua calon pengantin kudu memeriksa kesegaran sebagai mungkin carrier atau pembawa cii-ciri thalassemia. Jika punya gen pembawa sifat, kita sanggup berisiko melahirkan anak bersama thalassemia atau kelainan darah yang diturunkan dari orangtua.

3. Pemeriksaan takaran D3
Setidaknya,lebih dari 95 % ibu hamil dan wanita subur punya takaran vitamin D yang rendah. Vitamin D3 sanggup didapatkan dari sinar matahari.

“Di permukaan kulit kita ada pro-vitamin D3 yang bakal aktif jika terkena sinar UV B dari matahari. Kadar D3 ini sanggup menambah kekebalan tubuh dan baik untuk kesegaran tulang, gigi, dan otot.” ujar Rina.

Ketika takaran vitamin D3 seorang wanita tidak baik, dia sanggup melahirkan bayi bersama risiko alergi yang tinggi.

4. Pemeriksaan penyakit menular
Screening ini sanggup menopang ibu mengerti apakah dirinya tertular penyakit, layaknya hepatitis B dan C, HIV/AIDS, atau sifilis. Pada ibu yang terinfeksi hepatitis B, 90 % bayinya bakal tertular setelah lahir. Bayi dari ibu yang punya hepatitis B juga kudu diberikan imunoglobin dan vaksin segera setelah lahir.

5. Pemeriksaan TORCH
Screening ini mutlak dikerjakan sebelum ibu punya anak. Infeksi TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex) sanggup menular dari ibu ke anaknya terhadap masa kehamilan. Anak yang lahir bersama TORCH sanggup mengalami sakit herpes dan kebutaan.

6. Pemeriksaan organ reproduksi
Pemeriksaan organ reproduksi kudu dikerjakan ke dua pasangan yang mendambakan punya anak.