Kesehatan

Cara Cuci Hidung yang Tepat, Jaga Saluran Napas Tetap Sehat

Cara Cuci Hidung yang Tepat, Jaga Saluran Napas Tetap Sehat

Cara Cuci Hidung yang Tepat, Jaga Saluran Napas Tetap Sehat

Meski jarang terdengar, namun metode cuci hidung adalah metode kebersihan yang penting, lebih-lebih di tengah pandemi ini. Kenali langkah cuci hidung yang pas selanjutnya ini.
Pasang Bola
Dokter spesialis THT-KL, Hemastia Manuhara Haba’i menyebutkan bahwa metode cuci hidung ditunaikan agar saluran pernapasan tetap bersih dan sehat.

Hemas juga mengutamakan pentingnya cuci hidung di jaman pandemi Covid-19. Di jaman pandemi, cuci hidung semestinya menjadi rutinitas sehari-hari sebagai langkah pencegahan Covid-19.

“Yang diketahui, kan, virus SARS-CoV-2 berkembang di nasofaring, anggota hidung terdalam. Nah, cuci hidung dengan larutan NaCL mampu membantu virus nampak dan tidak berkembangbiak lebih banyak di dalam rongga hidung,” ucap Hemas.

Hamas juga mengutamakan pentingnya cuci hidung meski dalam suasana sehat sebagai keliru satu langkah pencegahan penyakit. Dia merekomendasikan untuk membersihkan hidung teratur sehari sekali dalam suasana sehat. Sementara dalam suasana sakit layaknya flu atau pilek, Anda mampu membersihkan hidung 2-3 kali sehari.

“Enggak harus nunggu pilek pernah baru cuci hidung, sinus kambuh baru cuci hidung, setiap orang sehat bagusnya cuci hidung setiap hari,” katanya.

Cara Cuci Hidung
Hemas mengatakan, cuci hidung mampu ditunaikan oleh setiap usia. Pada usia dewasa, cuci hidung mampu ditunaikan secara mandiri.

Ada dua metode yang paling sering digunakan dalam cuci hidung. Pertama, dengan gunakan suntikan tanpa jarum (injection pressure), atau dengan alat cuci hidung khusus.

1. Dengan suntikan tanpa jarum

Pertama, Anda mampu mempersiapkan cairan NaCL dan pipa suntik tanpa jarum. Kemudian memasukkan cairan ke dalam pipa tersebut.

Saat hendak menyuntikkannya ke dalam hidung, posisikan kepala menunduk dan miring. Jika Anda akan menyuntikkan lewat lubang hidung sebelah kanan, maka miringkan kepala ke sebelah kiri, begitu juga sebaliknya. Gunakan secara bergantian pada kedua lubang hidung.

“Jika ditunaikan dengan benar, maka cairan akan nampak dari lubang hidung yang satunya,” kata Hemas.

2. Dengan alat khusus

Di zaman serba moderen ini, perkembangan alat kesehatan juga terjadi. Saat ini sudah mampu Anda temukan alat cuci hidung elektrik yang sama-sama bersihkan hidung dengan cairan NaCL.

Biasanya alat cuma dihadapkan pada lubang hidung dan akan menyemprotkan air ke dalam rongga hidung sampai menyentuh sinus dan nasofaring.

Karena praktis, alat cuci hidung elektrik biasanya direkomendasi untuk anak-anak.

Sebagian orang yakin membersihkan hidung dengan air keran serupa manfaatnya. Namun, asumsi ini tak sepenuhnya benar.
Business Head dan Personal Health PT Enseval Medika Prima, Dicky Mulyono mengatakan, cuci hidung sebaiknya gunakan cairan NaCL yang biasa digunakan sebagai cairan infus. Cairan infus dipastikan steril dan tidak mengandung bahan berbahaya untuk hidung Anda.

Selain itu, bagi penderita sinus atau penyakit pernapasan lainnya, dokter mungkin akan gunakan cairan tambahan untuk cuci hidung.

“Cairan yang terbaik itu sebenarnya NaCL, gara-gara dia steril, dan tidak berbahaya bagi tubuh,” tuturnya.

Hemas juga menyebutkan sebaiknya menjauhkan air keran untuk cuci hidung gara-gara punyai takaran pH yang tidak sama dengan lendir yang tersedia di hidung. Air keran akan mengakibatkan hidung terasa perih gara-gara perbedaan derajat keasamaan tersebut.

“Air keran juga belum tentu steril, menjadi sebaiknya dihindari pemakaian air keran, menjauhkan juga cairan air garam dapur, gara-gara yang digunakan itu cairan NaCL, bukan garam dapur,” ucap Hemas.

Kunjungi Juga : Berita Seputar Kesehatan

Terapkan langkah cuci hidung di atas dengan pas demi melindungi kebersihan saluran pernapasan dan mencegah penyakit datang menyerang.