Kesehatan

Catatan Pemberian Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Catatan Pemberian Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Catatan Pemberian Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Vaksin HPV, yang diberikan untuk mencegah kanker serviks, sanggup diberikan sejak dini. Berikut beberapa fakta dan catatan bantuan vaksin HPV.
Pasang Bola
Kanker serviks menjadi salah satu tipe kanker yang mengancam banyak perempuan. Kanker ini terjadi saat ada sel-sel abnormal di leher rahim atau serviks yang berkembang tak terkendali.

Kanker ini disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus (HPV). Sekitar 70 prosen kanker serviks disebabkan oleh HPV. Karena itu, penting untuk meraih vaksin HPV demi mencegah kanker serviks.

Vaksin berperan membawa dampak sel kekebalan tubuh mengenali HPV. Pasalnya, vaksin merupakan ‘virus like particle’ yang dimasukkan ke didalam tubuh, agar tubuh sanggup produksi antibodi untuk mengeliminasi HPV.

Ada beberapa tipe vaksin HPV yang beredar. Di antaranya vaksin bivalen yang sanggup mencegah HPV yang sanggup mencegah kanker serviks dan lesi prakanker.

Selain itu, ada pula vaksin kuadrivalen. Selain turunkan risiko kanker serviks dan lesi prakanker, vaksin ini terhitung sanggup mencegah penyakit kutil kelamin.

Sejumlah penelitian terhadap vaksin bivalen dan kuadrivalen memperlihatkan nyaris 100 prosen efisien mencegah lesi prakanker.

Tak wajib tunggu usia dewasa, vaksin sanggup diberikan secara dini sejak usia 9 tahun. Berikut beberapa catatan bantuan vaksin.
1. Vaksin HPV disarankan untuk remaja putri berusia 9-12 tahun.
2. Vaksin catch up disarankan terhadap usia 13-26 tahun.
3. Vaksin selalu disarankan untuk perempuan berusia 26 tahun meski efektivitasnya rendah.
4. HOGI menganjurkan bantuan vaksin hingga usia 55 tahun.
5. Efektivitas vaksin HPV terhadap perempuan yang udah laksanakan interaksi seksual barangkali akan lebih rendah. Oleh sebab itu, perempuan yang udah laksanakan interaksi seksual disarankan untuk laksanakan papsmear khususnya dahulu.

Namun, wajib dicatat, vaksin tak disarankan bagi mereka yang punyai hipersensitivitas terhadap komponen vaksin. Vaksinasi terhitung tak disarankan terhadap ibu hamil dan sebaiknya dijalankan sesudah melahirkan.

Vaksin HPV sendiri diberikan sebanyak tiga dosis sepanjang enam bulan. Dosis ke-2 diberikan sesudah satu bulan bantuan dosis pertama. Dosis ketiga diberikan enam bulan sesudah dosis pertama.

Kunjungi Juga : Berita Seputar Kesehatan

Sama seperti vaksin lainnya, vaksin HPV terhitung sanggup menyebabkan beberapa efek samping di antaranya:
1. Nyeri, kemerahan, atau bengkak terhadap wilayah suntik.
2. Sakit kepala dan pusing.
3. Mual, muntah, diare, dan sakit perut.
4. Gatal, ruam kulit, dan urtikaria.
5. Nyeri otot dan sendi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *