Kesehatan

Baca Sebelum Menyesal, Jangan Anggap Remeh Kanker Serviks

Baca Sebelum Menyesal, Jangan Anggap Remeh Kanker Serviks

Baca Sebelum Menyesal, Jangan Anggap Remeh Kanker Serviks

Kanker serviks adalah type kanker paling lazim kedua pada wanita antara group usia 15 dan 44 tahun. Sayangnya, kesadaran wanita akan kanker serviks ini tetap kurang.

Padahal kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah bersama tingkatan fase pra-ganas yang panjang dan bisa dideteksi bersama mudah bersama tes skrining rutin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksinasi, skrining dan pengobatan bisa membantu mengurangi lebih berasal dari 40 persen masalah baru dan 5 juta kematian akibat kanker serviks pada th. 2050 mendatang.
Pasang Bola
Salah satu tes skrining yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks adalah pap smear. Pap smear adalah tes skrining yang digunakan untuk mendeteksi sistem pertumbuhan yang berpotensi prakanker dan kanker di saluran endoserviks.

Caranya dokter akan mengeluarkan sekelompok sel berasal dari leher rahim seseorang memakai alat seperti spatula untuk mencari perubahan pada sel-sel leher rahim.

Pap smear membantu mendiagnosis perubahan sel akibat kanker, prakanker, human papillomavirus (HPV), peradangan atau infeksi.

Menurut panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), seluruh wanita group usia 21 hingga 65 th. kudu meniti tes pap smear secara berkala.

Tapi, National Institutes of Health (NIH) memberi saran bahwa anak perempuan di bawah usia 21 th. kudu mencegah diri berasal dari pap smear.

Selain itu, NIH juga memberi saran bahwa wanita di atas usia 65 th. tidak boleh lakukan pap smear terkecuali dalam kondisi tertentu, seperti kondisi kesegaran yang tidak normal atau peningkatan segi risiko kanker.

Namun, wanita menopause dan postmenopause kudu tetap meniti tes pap smear atau HPV. Wanita yang telah meniti histerektomi total untuk kondisi non-kanker dan tidak mempunyai riwayat prakanker di awalnya kemungkinan bisa mengehntikan skrining pap smear, terkait pada riwayat medis dan risiko tertular HPV.

Meski begitu, seluruh orang tidak boleh lupa bahwa skrining adalah cara terbaik untuk mendeteksi kondisi pra-kanker yang bisa mengakibatkan kanker serviks. Kanker serviks bisa disembuhkan terkecuali terdeteksi tepat waktu.

Berikut ini jadwal tes pap smear yang dianjurkan para ahli sesuai bersama golongan usianya.

Usia 21-29 tahun: idealnya lakukan pap smear bersama jeda 3 th. sejak usia 21 tahun.
Usia 30-65 tahun: lebih baik lakukan tes pap smear sesuai panduan dokter. Jika Anda pilih tes pap smear tunggal, umumnya jeda untuk tes lagi 3 tahun. Jika Anda mengambil tes gabungan, maka jeda untuk tes lagi 5 tahun.
Jika Anda mengalami menstruasi sementara janji temu untuk pap smear, Anda kudu konsultasi bersama dokter bisa dilanjutkan atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *